Arsitektur
Arsitektur IT Inventory yang Siap Integrasi
Susun master data, catatan transaksi, integrasi, dan pelaporan IT Inventory agar saldo serta riwayat barang dapat ditelusuri.
Arsitektur IT Inventory perlu menjelaskan dari mana saldo berasal. Pisahkan master data, kejadian transaksi, dan tampilan laporan agar perubahan atau integrasi baru tidak menghilangkan jejak barang.
Jadikan transaksi dasar saldo
Simpan identitas transaksi, barang, jumlah, satuan, lokasi, waktu, dan referensi sumber. Laporan saldo merangkum transaksi tersebut. Jika ada koreksi, catat penyesuaian beserta alasannya sehingga hasil laporan tetap bisa ditelusuri ke pergerakan yang mendasari.
Tetapkan kepemilikan data antarsistem
ERP mungkin mengelola master barang, sementara sistem gudang merekam perpindahan lokasi. Tentukan sumber resmi dan cara menyelesaikan konflik untuk tiap objek. Hindari dua sistem yang sama-sama mengubah field yang sama tanpa urutan prioritas.
Uji ketahanan integrasi
Gunakan identitas transaksi sumber untuk mendeteksi pengiriman ulang. Catat status pemrosesan dan alasan penolakan agar petugas bisa menangani antrean gagal. Saat pengujian, sertakan pesan terlambat, duplikat, dan transaksi dengan master yang belum tersedia.
Checklist untuk tim Anda
- Saldo dapat dihitung dari transaksi sumber.
- Setiap objek memiliki sistem pemilik.
- Transaksi duplikat dan terlambat sudah diuji.